Connect with us

Suara Suporter

Bhayangkara FC Bantu Aremania Korban Jatuh dari Tribun Stadion PTIK

“Ini musibah. Tidak ada yang menginginkan hal ini. Karenanya, kami, Manajemen Bhayangkara FC, akan membantu perawatan korban. Semoga mereka lekas pulih dan bisa segera menjalankan aktivitasnya lagi,” ujar AKBP Sumardji.

Usai laga Pekan 29 Shopee Liga 1 2019 antara Bhayangkara FC dan Arema FC di Stadion PTIK, Kebayoran Baru, DKI Jakarta, Rabu (27/11), dua orang Aremania, kelompok suporter Arema FC, harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans akibat terjatuh dari tribun Stadion PTIK. Dokter tim Bhayangkara FC yang bertugas mengambil inisiatif untuk segera dilarikan ke rumah sakit rujukan agar bisa ditangani secara intensif.

Insiden itu sendiri bermula saat pertandingan sudah selesai. Aremania yang memadati Tribun Barat bagian Selatan Stadion PTIK ingin memberikan semangat kepada tim kesayangannya usai kalah 1-0 dari Bhayangkara FC. Lantaran jumlah massa dan antusiasme yang sangat tinggi, pagar tribun pun jebol. Dua orang Aremania yang berada di atas pagar tribun terjatuh.

Setelah mendapat perawatan pertama di lokasi kejadian dari tim medis Panpel Bhayangkara FC dibantu tim medis kedua tim, kedua korban dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Kebayoran Baru, DKI Jakarta, dengan ambulans. Usai pemeriksaan awal di RSPP, kedua korban dirujuk ke Rumah Sakit Fatmawati, Cilandak, DKI Jakarta.

Dua korban itu sendiri adalah Zan Edison Zacharias (36) dan Hartono Wahyudi (44). Zan Edison menderita patah tulang bagian tangan, sementara Hartono patah tulang bagian bahu. Keduanya diperkirakan akan menjalani operasi dan rawat inap dengan fasilitas BPJS.

“Terima kasih kepada Panpel dan Manajemen Bhayangkara FC atas perhatian dan bantuannya. Mulai dari penanganan di lokasi sampai membantu kelengkapan administratif berupa berita acara dari pihak kepolisian sebagai salah satu persyaratan BPJS,” tutur Dimas, salah satu Aremania yang mendampingi kedua korban di RS Fatmawati.

Tidak hanya itu, Manajemen Bhayangkara FC pun siap membantu penyelesaian biaya tambahan atas perawatan korban di rumah sakit yang tidak ter-cover BPJS. Hal tersebut disampaikan manajer tim sekaligus COO Bhayangkara FC AKBP Sumardji.

“Ini musibah. Tidak ada yang menginginkan hal ini. Karenanya, kami, Manajemen Bhayangkara FC, akan membantu perawatan korban. Semoga mereka lekas pulih dan bisa segera menjalankan aktivitasnya lagi,” ujar AKBP Sumardji.

Di luar kedua korban tersebut, ada satu orang Aremania yang juga menjadi korban insiden itu. Tangannya tertimpa pagar tribun yang jebol. Namun, karena merasa tidak terlalu sakit saat kejadian, korban yang dikenal dengan nama Sam Ambon Cucian Arema di kawasan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat, memutuskan untuk pulang.

Esok paginya, Kamis (28/11), korban merasa tangannya lebih sakit. Setelah diperiksa, tulang tangan korban retak. “Kami juga akan membantu, setidaknya biaya perawatan yang sudah ia keluarkan,” ujar AKBP Sumardji.

Tak hanya keluarga dan rekan-rekan sesama Aremania, kedua korban yang berada di RS Fatmawati pun didampingi perwakilan Bharamania, kelompok suporter Bhayangkara FC. Menurut Aris, Bharamania yang ikut mendampingi di RS Fatmawati, kehadirannya sebagai bentuk solidaritas sesama suporter.

“Sejak malam usai pertandingan, kami terus menjalin komunikasi dengan teman-teman Aremania terkait kondisi korban. Ini bentuk dan aksi dari rasa persaudaraan yang ingin kami bangun dengan kelompok suporter lainnya,” ujar Aris. (***)

More in Suara Suporter