Connect with us

Senior

Harus Move On, Langsung Tatap PSS

“Kita sebenarnya datang ke Lamongan sangat yakin bisa membawa pulang tiga angka. Tapi yang didapat satu angka. Kecewa pastinya apalagi keputusan wasit sempat mempengaruhi permainan kami. Tapi saya berterima kasih kepada kerja keras teman-teman. Kami tadi main sangat luar biasa,” ujarnya.

Share Medsos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

LAMONGAN – Kiper Tri Wahyu Nugroho layak disematkan sebagai pahlawan atas kesuksesan mencuri satu poin Bhayangkara FC dari markas Persela Lamongan. Dia sukses menepis eksekusi penalti Alex Dos Santos yang menjadi algojo penalti Persela. Bhayangkara FC pun kembali ke Jakarta dengan membawa oleh-oleh sayu angka.

Di tengah situasi itu, ada kegundahan di hati Wahyu Tri. Pertandingan melawan Persela Lamongan sabtu malam dibumbui dengan tidak fairnya kepemimpinan wasit Ikhsan Prasetya Jati. Selain wasit asal Jogja itu menghukum Bhayangkara FC dengan penalti juga mengesahkan gol Birrul Walidain yang berbau off side.

“Kita sebenarnya datang ke Lamongan sangat yakin bisa membawa pulang tiga angka. Tapi yang didapat satu angka. Kecewa pastinya apalagi keputusan wasit sempat mempengaruhi permainan kami. Tapi saya berterima kasih kepada kerja keras teman-teman. Kami tadi main sangat luar biasa,” ujarnya.

Dikatakan Kiper Wahyu Tri, keyakinan bisa memasalahkan tiga angka dari markas Persela karena kekuatan lawan sudah ada di tangan. Bagaimana mereka bermain sudah dikupas tuntas. Di lapangan, pemain tinggal menyerang dan jalankan instruksi.

“Kita selalu pelajari kekuatan lawan dengan pelatih. Kita analisa bersama. Tapi satu poin akhirnya kita bisa bawa pulang. Kita harus lupakan apa yang terjadi di Surajaya. Saatnya fokus ke depan karena jaraknya mepet. Ada PSS Sleman yang akan jadi lawan kita di laga berikutnya,” terangnya.

Share Medsos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

More in Senior