Connect with us

U-18

Jurus Jitu Bhayangkara FC U-18 Atasi Jadwal Padat

“Dengan begitu aliran darah bisa kembali lencar seperti semula. Masing-masing pemain menjalani terapi es ini selama dua menit, tapi akan diulang sebanyak tiga kali,” jelas David.

Share Medsos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Bhayangkara FC U-18 memiliki jurus jitu untuk mengatasi jadwal padat di Liga 1 U-18 2019. Bukan hanya lewat rotasi pemain, tapi juga sejumlah perlakuan khusus dan terapi es batu atau krioterapi.

Bhayangkara FC U-18 baru memainkan laga perdana di Liga 1 U-18 dengan melawan Persib Bandung, Sabtu (15/6/2019) di Lapangan Mapolda Jatim. Liba Valentino dan kawan-kawan menang dengan skor telak yakni 3-0.

Setelah laga tersebut, tidak banyak waktu bagi Bhayangkara FC U-18 untuk menjalani masa rehat. Sebab, mereka sudah harus kembali bermain pada hari Minggu (15/6/2019) besok. Tidak lebih dari 24 jam waktu yang dimiliki untuk recovery.

“Krioterapi ini untuk menghilangkan asam laktat pasca pertandingan,” ucap pelatih fisik Bhayangkara FC U-18, David Prisma Nugroho.

“Jadi, hari Minggu kita harapkan pemain sudah bugar lagi. Saat kita latihan atau bermain dengan intensitas tinggi, ada banyak energi yang terpakai dan sisa metabolismenya itu asam laktat yang harus dibuang,” sambungnya.

Efek lain yang ditumbulkan dari krioterapi adalah kembalinya pembuluh darah ke ukuran semula. Menurut David, pembuluh darah akan melebar pasca dipakai aktifitas yang berat. Terapi es bisa membuatnya mengecil lagi.

“Dengan begitu aliran darah bisa kembali lencar seperti semula. Masing-masing pemain menjalani terapi es ini selama dua menit, tapi akan diulang sebanyak tiga kali,” jelas David.

Selain itu, untuk pemain yang mengalami cedera ringan atau terlalu lelah ketika bermain, akan diberikan perawatan khusus bersama fisioterapis. Perawatan ini bisa berupa pijat maupun teknik lainnya.

“Malam ada kita beri perlakukan dengan fisio, jadi misal ada yang bengkak atau terluka akan kita beri perawatan khusus. Jadi, pelatih fisik dan fisioterapis harus bekerja sama agar perlakuan ke pemain tepat,” tutup David. (SR)

Share Medsos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

More in U-18