Connect with us

Senior

Langsung “Bertapa” ke Batu

“Pemain akan tetap latihan selama libur kompetisi. Rencananya kami akan training center di Batu sampai menunggu keputusan kompetisi kembali berjalan,” ungkap Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster.

Share Medsos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

JAKARTA – Bhayangkara FC memiliki rencana tersendiri menyikapi libur kompetisi karena FIFA Matchday. Mereka akan “bertapa” ke Batu, Jawa Timur, untuk memperkuat permainan. Langkah ini diambil sekalipun pertandingan FIFA diliburkan karena serangan virus Corona. Sebab, kompetisi Liga 1 juga sementara diberhentikan sementara sedikitnya dua pekan karena serbuan virus dari Cina tersebut.

“Pemain akan tetap latihan selama libur kompetisi. Rencananya kami akan training center di Batu sampai menunggu keputusan kompetisi kembali berjalan,” ungkap Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster.

Selama dua pekan ini, Coach Paul sudah menyiapkan materi latihan. Dia akan memoles yang sudah bagus dan akan memperbaiki yang masih menjadi masalah dalam permainan.

Di tiga pertandingan ini, Bhayangkara FC mengalami peningkatan kinerja di sektor depan. Pemain sudah banyak membuat peluang dan di dua pertandingan terakhir bisa mencetak gol dari awalnya scoreless. Namun di saat yang sama, lini belakang masih rawan kebobolan.

Tiga pertandingan awal ini, mereka sudah kebobolan tiga gol. Satu gol saat melawan Persik Kediri dan dua gol saat menjamu Persija Jakarta. Imbasnya, mereka dijauhi kemenangan. Masalah sulitnya memetik kemenangan ini bukan karena status Los Galacticos yang disematkan publik kepada skuad mewah The Guardian.

“Kami bukan tim Los Galacticos. Kami main sebagai tim. Yang membuat saya senang, kami selama ini mencetak banyak peluang. Peluang yang nyaris menghasilkan gol. Babak pertama melawan Persija seharusnya bisa cetak 2-0 dan di babak kedua juga seharusnya banyak gol karena banyak peluang. Tapi memang terkadang juga ada faktor ketidakberuntungan,” ujarnya.

Saat melawan Persija yang berakhir 2-2, Coach Paul Munster apresiasi semangat juang pemain. Mereka mampu kuasai jalannya pertandingan dan pemain juga bisa buat gol di babak pertama meski kemudian kebobolan di awal babak kedua.

“Tapi Mereka terus berjuang mengejar ketertinggalan saat skor 1-2 hingga kemudian pemain bisa menyamakan kedudukan. Saya masih optimis di babak kedua ketika dengan banyaknya peluang tercipta bisa mencetak gol kemenangan. Sayangnya, peluang yang tercipta tidak bisa mengubah skor sampai akhir pertandingan,” ucapnya. (***)

Share Medsos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

More in Senior