Connect with us

Sisi Lain

lham Udin Armayn – Sosok Yang Ceria

lham Udiam Armayn lahir di Kabupaten Halmahera Selatan, Ternate, Maluku Utara. Sejak masih di bangku Sekolah Menengah Pertama, Ilham telah dilatih untuk menjadi pemain sepakbola. Setelah wafatnya sang ayah, Ilham dirawat oleh pamannya dan dialah yang mengantarkan Ilham menuju karir sepakbola nasional.

Setelah melihat bakat bermain sepakbola Ilham yang di atas rata-rata anak seusianya, pamannya memasukkan keponakannya ke Sekolah Sepak Bola Tunas Gamalama di bawah arahan Hani Koja. Dengan prestasi yang diraih Ilham, pamannya semakin termotivasi untuk menjadikan Ilham sebagi pemain sepak bola profesional. Maka dari itu paman Ilham kemudian memindahkannya ke Sekolah Diklat Ragunan Jakarta.

Alumni SMK Binter Ternate ini dikenal sebagai anak yang ulet dan penurut. Bahkan menurut ibunya, Ilham menjadi sosok pahlawan di rumah setelah kepergian ayahnya. Prestasi yang telah diraih oleh Ilham mampu membuat ibu dan keluarganya bangga.

Prestasi yang berhasil dicapai dan performa memukau dari punggawa skuat muda tim nasional Indonesia U19 ini juga mengundang pujian dari ketua umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin dengan mengungkapkan pada media bahwa Ilham adalah pahlawan yang telah meloloskan Indonesia ke semifinal Piala AFF U19 2013.

Di laga semifinal, Timnas Indonesia  U19 harus berhadapan dengan tim dari Malaysia di Gelora Delta Sidoarjo. Ilham tampil sebagai penentu jalan tim Indonesia. Ia mencetak gol pada babak kedua pertandingan tersebut, yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Hasil ini mengantarkan Indonesia ke babak semifinal dan menjadi runner up di grup B dengan total 12 poin.

Sesaat setelah pertandingan final Piala AFF U19 2013 melawan Vietnam di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, pada September 2013, Ilham tidak mampu berucap banyak pada media. Ia mengaku tidak menyangka menjadi penentu kemenangan 7-6 Indonesia atas Vietnam lewat adu tendangan penalti. Pada pertandingan tersebut, Ilham merupakan algojo penalti yang kesembilan. Kedudukan saat itu adalah 6-6 setelah pemain Vietnam gagal mencetak gol ke gawang Ravi Murdianto.

Ilham pun menendang dengan kaki kirinya dan mengarah ke sudut kiri bawah penjaga gawang Vietnam. Ia mengakhiri duel penalti tersebut dan mengantarkan Indonesia menjuarai Piala AFF U19 untuk kali pertama.

Bergabung dalam skuat tim nasional senior merupakan cita-cita Ilham. Namun ia menyadari bahwa jalannya masih panjang dan ia masih perlu melakukan perbaikan di berbagai aspek seperti performa fisik dan penampilan di lapangan. Dan ia masih harus bersiap untuk bertanding pada kualifikasi Piala Asia U19.

Sebagai konsekuensi dari penampilan memukau Ilham, pujian dan sanjungan tidak berhentu diberikan pada skuat Timnas Indonesia U19 secara umum dan pada Ilham pribadi. Saat ia kembali ke kampung halamannya di Ternate setelah memenangkan Piala AFF U19, warga sekitar langsung mengadakan konvoi di daerah kota Ternate untuk menyambut kedatangan dan mengarak putra berprestasi asli daerah tersebut. Turut berbangga dan berbahagia adalah gubernur Maluku Utara, Thayib Armayn, yang merupakan kakek Ilham.

Thayib mengatakan dan menyampaikan rasa bangganya terhadap tim nasional U19 dan juga cucunya Ilham yang memberikan kontribusi untuk mendapatkan gelar juara. Thayib pun memberikan sebuah bukti apresiasi pada cucunya dengan memberikan bonus secara pribadi maupun dari pemerintah daerah dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Ia akan memberikan bonus uang tunai sejumlah Rp.50 juta kepada Ilham sebagai cucunya dan juga 2 anak Ternate lain yang juga tergabung dalam Timnas Indonesia.

Sumber : https://www.bola.net/profile/ilham_udin_armayn/index.html

Profil :

Tempat Lahir : Ternate

Tanggal Lahir : 10 Mei 1995 (22 Tahun)

Kebangsaan : Indonesia

Klub : Indonesia U-19

Posisi : Gelandang

No Punggung : 20

Tinggi : 162 cm

KARIR :

Tahun Tim Tampil
2015 Persebaya Surabaya
2015-2016 Surabaya United 12
2016 -2017 Bhayangkara FC
2018 – Selangor FC
2019 Bhayangkara FC


Share Medsos
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

More in Sisi Lain