Connect with us

Senior

Libur Lebaran Berat Badan Wahyu Tri Justru Menyusut

Selama lebaran makanan spesialnya tumis dari pepaya muda dan juga krupuk dari nasi. Selama lebaran makahan tidak makan ketupat sama sekali,” imbuhnya.

Bhayangkara FC – Penjaga gawang Bhayangkara FC, Wahyu Tri mengaku mengalami penurunan berat badan usai libur lebaran. Cukup menarik mengingat, umumnya pemain justru mengalami kenaikan berat badan usai merayakan hari kemenangan.

Turunya berat badan penjaga gawang 32 tahun tersebut adalah imbas pola makan yang ketat yang ia terapkan. Sebagai pemain ia sadar, libur lebaran ini bisa menjadi jebakan. Jika terlena sedikit saja, maka performa dan juga kebugaran tubuh menjadi taruhannya.

Pemain 32 tahun tersebut mengakui sangat selektif soal urusan makanan. Ini menjadi tantangan tersendiri mengingat banyaknya ragam makanan khas yang terhidang selama Hari Raya Idul Fitri.

“Kalau saya tidak ada kenaikan berat badan, malah kurus setelah hibur lebaran. Saya memang selama lebaran dan sehari-hari selalu menjaga pola makan karena takut gemuk. Nanti lebih berat latihannya kalau mau menurunkan berat badan,” ujarnya ramah ketika diwawancarai.

Kendati sangat ketat soal pemilihan makanan, Wahyu mengatakan hal tersebut tidak mengurangi kualitas kebahagiaanya merayakan Idul Fitri. Dengan kontrol yang benar, dalam bebrapa kali kesempatan ia tetap menyantap makanan-makanan kegemarannya.

“Selama lebaran makanan spesialnya tumis dari pepaya muda dan juga krupuk dari nasi. Selama lebaran makahan tidak makan ketupat sama sekali,” imbuhnya.

Penurunan berat badan ini dianggap Wahyu Tri sebagai keuntungan tersendiri. Karena dengan demikian ia tidak bisa melewati program penurunan berat badan oleh tim pelatih. Kini ia fokus mengembalikan pace yang sempat menurun karena libur yang cukup panjang.

Seluruh penggawa Bhanyangara FC termasuk Wahyu sudah berlatih kembali sejak hari Minggu (9/6/2019) lalu. Pada latihan perdana tersebut fokus digunakan untuk memantau kondisi pemain. Setali tiga uang latihan tersebut juga dijadikan ajang silahturahmi bagi penggawa The Guardian.

“Latihan pertama semua sangat antusias, sepertinya semua sudah rindu berlatih. Dan juga tentunya juga sudah kangen bertemu dengan teman-teman di lapangan hijau,” tutur Wahyu. (SR)

More in Senior